Tsaah…hack. Berasa yang iyeh aje dah!!! Berawal dari mata. Mata hati. Hati berkeinginan untuk menyandingkan Manokwari dengan Gnome-shell. Sudah pasang paket gnome-shell, siyap-siyap mula-ulang. Begitu kelar mula-ulang, pilihan gnome session kagak keluar waktu mau masuk. Kwkwkw. Ternyata harus menambahkan session secara manual di /usr/share/xsessions.

Udah ditambahin. Dengan menyalin isi konfigurasi blankon.desktop ke dalam gnome.desktop dan menyesuaikan isinya, masih belom muncul jugak. Kwkwkw. Harus banyak baca dan nunggu wejangan dari master nich. Akhirnya, yang saya kira bakalan jadi akhir ternyata ini baru permulaan. Back to square one. Jadinya kepengen ngoprek yang lain. Untuk ngoprek gnome session di BlankOn X Tambora diterusin di tulisan sendiri ajah yak. Sekarang saya mau cerita ngoprek yang lain.

Untuk ngoprek yang lain, lebih banyak ngoprek tampilan sich. Lagi-lagi berawal dari postingan Wannabe Exceptional yang bikin saya pengen oprek-oprek dikit tampilannya Manokwari yang ada di mesin saya. Oke, saya menggunakan 2 (dua) alat untuk ngoprek-ngoprek tampilan ini. Pertama adalah Alat Oprek, yang dalam bahasa inggrisnya adalah Gnome Tweak Tool. Kedua adalah Terminal, yang biasa kita panggil Gnome-Terminal. Dengan kedua alat tersebut, sekiranya saya bisa ubah-ubah beberapa hal.

Beberapa hal yang ingin saya coba ubah adalah, ganti ikon. Ternyata, lewat aplikasi Alat Oprek, saya jadi tau kalo ikon tebu ada dua. Tebu dan Tebu Flat. Tebu Flat rupanya menjadi ikon baku untuk pemasangan. Saya rasa, ini selera saya lho ya, ikon tebu lebih keren. Lebih keliatan efek 3d-nya. Masalah selera sich ya. silahkan dipilih-pilih dari ikon yang tersedia di menu dropdown.

alat_oprek_penampilan

Apalagi ya yang saya ubah via Alat Oprek? Oia, fonta. Saya merasa ukuran fonta yang ditampilkan secara baku pada BlankOn X terlalu kecil. Lewat menu Fonta, saya coba ukuran fonta tampilan menjadi seperti gambar di bawah. Saya sich merasa pas dengan ukuran fonta yang sudah saya pilih :). Silahkan ubah sesuai selera Anda.

fonta_destop_manokwari

Okay, baru dua itu sich, modifikasi yang hasilnya langsung keliatan. Beberapa perubahan seperti pilihan pada Bilah Puncak, walaupun sudah dicentang, hasil perubahannya nggak langsung terlihat.

Modifikasi berikutnya adalah perubahan yang dilakukan menggunakan gnome-terminal. Perubahan yang dilakukan adalah merubah ukuran fonta pada menu mula. Itu lho, menu yang ada di pojok kiri atas, yang logonya BlankOn. Menurut saya, hasil pemasangan bakunya masih kekecilan.

manokwari_blankon_x

Bagaimana cara merubahnya? Untuk merubahnya, yang perlu dilakukan adalah dengan merubah ukuran pada berkas style.css. Dimana berkas ini berada? Berkas style.css berada di dalam direktori /usr/lib/manokwari/system/css. Baris mana yang perlu diubah untuk memperbesar ukuran fonta pada menu mula? Barisnya adalah:

.ui-listview-item,
.ui-collapsible-header {
text-decoration: none;
background-color: #151515;
font-family: ‘Aurulent Sans’;
font-size: 0.9em;
color: #aaa;
line-height: 20px;
letter-spacing: 0px;
border-bottom: thin solid #0f0f0f;
-webkit-transition: all 0.1s ease-in-out;

Pada baris tersebut, ada satu baris “font-size” yang nilai bakunya adalah “0.8em.” Silahkan ganti nilainya menjadi ukuran yang Anda suka. Saya memilih mengganti nilainya menjadi “0.9em,” terasa lebih pas di mata. Walaupun ukuran “1em” jugak lumayan, tapi mata saya terasa pas menggunakan ukuran tadi. Kalau sudah diubah nilainya, jangan lupa disimpan dan mula-ulang Manokwari dengan perintah:

# killall manokwari

Selesai! Bagaimana hasilnya? Ya…menurut saya, buat saya sich, sudah ideal lah. Nyaman di lihat sama mata…saya. Itu yang terpenting toh :).

manokwari_hasil_modifikasi

Berikutnya, apa yang mesti dioprek lagih? Banyak keknyah. Tergantung mau dibawa ke mana BlankOn yang Anda gunakan. Kwkwkw. Semoga bermanfaat :).

The following two tabs change content below.

Latest posts by buitenzorg812 (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *